Simak 6 Masakan Minahasa Selain Ikan yang Wajib Dicoba

Simak-6-Masakan-Minahasa-Selain-Ikan-yang-Wajib-Dicoba
Foto dari Canva

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata masakan Minahasa? Aneka hidangan lezat nan pedas dan rasa yang kaya akan bumbu? Atau deretan hidangan laut yang segar dan nikmat?

Masakan Minahasa memang memiliki cukup banyak hidangan laut, karena dekat dari pinggir pantai. Cita Rasanya sangat khas dan memiliki aroma sedap, misalnya seperti ikan cakalang fufu, rica roa, tuna asap, dan lainnya. Namun, hidangan lain yang tidak berasal dari laut juga tidak kalah menarik. Mulai dari lauk seperti aneka olahan ayam hingga pencuci mulut, semuanya bisa Anda nikmati.

Read More

Penasaran apa saja masakan khas Minahasa atau Manado ini? Simak di bawah, yuk!

Sup brenebon

Sup ini terbuat dari kacang merah dan aneka sayuran dengan kuah daging. Daging yang digunakan biasanya adalah daging babi pada versi aslinya. Namun tidak sedikit juga yang membuat sup ini dengan daging atau tulang sapi untuk versi halalnya. Nama “brenebon” sebetulnya adalah serapan dari bahasa Belanda “bruine bonen” yang artinya kacang coklat (kacang merah).

Bubur tinutuan/bubur Manado

Bubur ini berbeda dari bubur ayam yang biasa masyarakat Jakarta & Jawa nikmati. Bubur tinutuan terbuat dari campuran beras (bubur), dengan singkong, labu kuning, bayam, jagung, kangkung, hingga kemangi. Uniknya bubur ini dinikmati juga dengan ikan asin dan ditambah sambal roa sebagai pelengkap. Sarapan dengan bubur tinutuan tidak hanya mengenyangkan tetapi juga menyehatkan karena penuh nutrisi.

Ayam rica-rica

Para penyuka pedas, mari merapat. Ayam yang terkenal seantero Indonesia ini memang asalnya berasal dari Minahasa. Rica sendiri memiliki arti cabai atau pedas. Jadi jangan harap Anda bisa menemukan ayam rica-rica tanpa cabai, ya. Selain cabai dan bumbu lainnya, terdapat juga daun kemangi yang akan menghadirkan aroma sedap untuk menambah nafsu makan.

Ayam woku belanga

Hidangan ayam selanjutnya yang juga terkenal adalah ayam woku belanga. Kata “woku” sendiri sebenarnya memiliki arti belanga atau kuali. Hidangan ini memiliki citarasa pedas, namun berbeda dari ayam rica-rica. Ayam woku belanga dimasak sampai kuahnya agak sat/menyusut. Jadi tekstur ayamnya akan lebih lembut dan kuahnya kental. Cocok disajikan dengan nasi panas.

Ayam tuturuga

Sekilas hidangan ayam ini mirip dengan opor ayam di daerah Jawa. Bedanya, ayam tuturuga berwarna lebih merah karena ada cabai di dalamnya. Jadi mungkin lebih mirip dengan gulai ayam dari Sumatera Barat. Ayam tuturuga memiliki rasa gurih pedas dengan aroma rempah yang kuat. Nah, ada satu ciri khas dari hidangan ini yang membedakan dari opor maupun gulai ayam, yaitu penggunaan daun kemangi dan daun pandan di dalamnya.

Klappertaart

Siapa yang tidak kenal dengan makanan pencuci mulut ini? Klappertaart adalah sebuah pudding custard yang terbuat dari kelapa muda. Untuk menambah profil rasa, klappertaart ditambahkan kismis dan kayu manis. Hidangan ini memiliki rasa manis nan klasik sehingga cocok untuk dijadikan penutup dari deretan hidangan pedas di atas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.