Home Bisnis Peran UKM dan UMKM Terhadap Perekonomian di Indonesia

Peran UKM dan UMKM Terhadap Perekonomian di Indonesia

by admin
Peran-UKM-dan-UMKM-Terhadap-Perekonomian-di-Indonesia

Bisnis penggerak perekonomian Indonesia tidak hanya terbatas pada usaha-usaha besar yang sudah memiliki ribuan tenaga kerja. Justru laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun banyak ditopang oleh geliat usaha kecil. Usaha mandiri masyarakat dalam bentuk UKM (Usaha Kecil Menengah) dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) memiliki peran yang sangat strategis.

Bukan tanpa alasan jika akhirnya UKM dan UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam roda perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan keberadaan UKM dan UMKM ini lebih luas dan tersebar di seluruh penjuru negeri. Tentu sangat jauh jika dibandingkan industri besar yang hanya menguasai sektor tertentu dan hanya memenuhi 1% peran aktivitas bisnis di Indonesia.

Sektor UKM dan UMKM pun memiliki keunggulan berupa segmen pasar dan fokus produk yang lebih spesifik, biaya rendah, dan inovatif. Industri ini pun tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi perekonomian di dunia dan bahkan menjadi kontributor yang terus bergerak meskipun krisis melanda. Dukungan pemerintah melalui kementerian dan Kadin Indonesia pun semakin menguatkan UKM dan UMKM hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Perbedaan UKM dan UMKM

Banyak yang beranggapan bahwa UKM dan UMKM merupakan dua hal yang sama padahal keduanya memiliki perbedaan dalam dunia ekonomi. Istilah yang sering kamu dengar ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, beberapa diantaranya adalah:

  • UKM merupakan usaha kecil menengah yang dikelola secara perorangan dan memiliki skala yang lebih kecil. Sedangkan UMKM merupakan segala bidang usaha mulai dari mikro, kecil, dan menengah yang berskala lebih besar.
  • UMKM lebih banyak mendapat perhatian dan bantuan pemerintah untuk pengembangan usaha karena dinilai lebih berpengaruh terhadap perekonomian nasional.
  • Nominal aset yang dimiliki UMKM notabene lebih besar dibandingkan UKM. Pada umumnya aset UKM paling banyak hanya mencapai sekitar Rp200.000.000,00.
  • Modal untuk mendirikan usaha UKM nilainya lebih kecil dibandingkan usaha UMKM.
  • Jumlah tenaga kerja UKM skalanya lebih kecil antara 5 – 19 orang, sedangkan UMKM bisa mencapai 20 – 100 orang.
  • Omset penjualan UMKM lebih besar dan bisa mencapai Rp300.000.000,00 hingga milyaran. Sedangkan UKM lebih kecil dengan maksimum omset Rp200.000.000,00.

Meskipun terdapat perbedaan, baik UKM maupun UMKM keduanya memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia. Keduanya memiliki kontribusi besar sebagai sarana pengentasan kemiskinan, pemerataan tingkat ekonomi rakyat kecil, dan menambah pemasukan devisa negara.

Dukungan Kadin Untuk UKM dan UMKM

Kadin menilai bahwa UMKM sangat vital peranannya untuk membangun pertumbuhan ekonomi terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Masalah pengangguran bisa sangat terbantu dengan adanya UKM dan UMKM yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah penyerapan tenaga kerja bisa ditingkatkan dan pendapatan per kapita pun bisa naik dengan adanya peran UKM dan UMKM.

Dukungan penuh pemerintah terhadap UKM dan UMKM pun dilakukan melalui Kadin yang berperan sebagai mitra strategis di bidang ekonomi. Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan seperti membangun partnership dengan perusahaan raksasa untuk menguatkan UMKM.

Apalagi di era digital seperti saat ini peran dan dukungan Kadin dalam memberikan pembinaan sangatlah diperlukan. Dengan adanya pembinaan dan pelatihan maka diharapkan para pelaku usaha UKM dan UMKM dapat membangun profil bisnis yang lebih bagus lagi. Sehingga mereka dapat survive dan bersaing dengan dampak era globalisasi yang menyebabkan persaingan ekonomi global semakin tinggi.

You may also like

Leave a Comment

kandees

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami Accept Read More

Privacy Policy