Home Wisata Negara Di Asia Utamakan Pariwisatan Sedangkan Di Belgia Takut Kebanyakan Turis

Negara Di Asia Utamakan Pariwisatan Sedangkan Di Belgia Takut Kebanyakan Turis

by ian kamerin

Udah jadi hal yang lumrah kalau pemerintah satu wilayah atau kota menggalakkan pariwisata di kawasannya. Pasalnya kehadiran turis dapat menghadirkan penghasilan yang besar untuk wilayah. Akan tetapi pemerintah Brugge, suatu kota di Belgia malah lakukan hal yang sebaliknya.

Ditulis MailOnline, faksi berkekuatan di Brugge sudah ambil beberapa langkah untuk batasi banyaknya turis. Mereka kuatir dengan kemampuan naiknya turis yang akan ada ke kota itu. Kurang lebih 8,3 juta turis mendatangi kota Brugge pada tahun 2018. Banyaknya ini bertambah cepat kalau dibanding tahun awal mulanya.

Pemerintah Brugge berupaya batasi banyaknya turis dengan cuma mengijinkan dua kapal pesiar untuk berlabuh. Otoritas Brugge pula pingin melarang pembukaan toko toko pelancong yang monoton. Langkah yang paling akhir ini diperuntukan untuk melestarikan keragaman serta sifat asli Brugge.

Walikota Kota Dirk De fauw menyampaikan Brugge dapat jadi seperti Disneyland kalau tak dijalankan aksi untuk perlambat saluran pengunjung. Dewan pelancong kota pula sudah mencabut kampanye iklan Brugge di kota-kota besar yang sarat turis seperti Brussel serta Paris.

Ia menyampaikan pada media massa Flemish, Het Nieuwsblad menyampaikan, “Kita mesti lebih mengatur arus masuk kalau kita tak ingin Brugge sungguh-sungguh jadi Disneyland. Tetapi kita mesti menginginkan pariwisata yang memiliki kualitas, beberapa orang yang tinggal di sini sepanjang sekian hari, makan enak, mendatangi museum. Bukan kerumunan besar yang dibawa kesini dengan bis sepanjang tiga jam dan selanjutnya kembali pada kapal pesiar mereka.”

You may also like

Leave a Comment

kandees

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami Accept Read More

Privacy Policy